LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS TERHADAP PERUSAHAAN KOMERSIL COKELAT NDALEM

by 05.00 0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Cokelat adalah salah satu camilan yang paling digemari oleh semua orang di dunia ini. Di Yogyakarta sendiri sudah banyak yang menciptakan cokelat dengan cita rasa yang berbagai macam. Salah satu cokelat khas Yogyakarta adalah “Cokelat nDalem” yang didirikan oleh Asri Meika Hazim  dari lulusan UII dan suaminya Wednes Aria Yuda lulusan dari Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM pada tanggal 1 Maret 2013. Tanggal tersebut memiliki keunikan tersendiri karena bertepatan dengan serangan umum satu maret yang terjadi di Yogyakarta.
Mengapa diberi nama Cokelat nDalem? “nDalem” sendiri dalam bahasa jawa artinya rumah sebagai tempat yang bisa memberi rasa nyaman aatau tempat hati kembali. Pada awalnya mereka memasarkan produk cokelat mereka melalui media sosial. Cokelat yang dipasarkan pertama kali ada sembilan rasa yaitu: rempah rempah cengkeh, kayu manis, sereh, cabai, jahe, mint, dark chocolate, extra dark chocolate, dan less sugar dark chocolate.Harga jual produk yang ditetapkannya pun mencapai Rp12 ribu-Rp30 ribu. Dengan harga jual tersebut, dia mampu mendapatkan omzet Rp40 juta-50 juta per bulan. Sehingga dalam setahunnya bisa di atas Rp300 juta.
Rumusan Masalah
Bagaimana analisis kelayakan pasar pada Cokelat nDalem ?
Bagaimana analisis kelayakan produksi pada Cokelat nDalem ?
Bagaimana analisis pemasaran pada Cokelat nDalem ?
Tujuan
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Aqidah Islam program studi Pendidikan Bahasa Inggris semester 3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Makalah ini berisi beberapa informasi mengenai perusahaan cokelat nDalem dari segi penjualan, pemasaran, peluang pasar, dan persaingan. Diharapkan pembaca dapat memahami seluk beluk perusahaan cokelat nDalem ini untuk mengetahui cara berwirausaha dimulai dari nol dengan melihat dari segi peluang pasar.
BAB II
PEMBAHASAN
Market study
Uraian tentang pasar
Cokelat nDalem telah di distribusikan ke daerah Yogyakarta dan beberapa kota besar lainnya. Cokelat nDalem juga bekerja sama dengan toko oleh-oleh dan sudah menyebar di Jogjakarta, Jakarta, Solo dan Bali. Cokelat nDalem berada di Jl. Bhayangkara 23, Ngupasan, Yogyakarta 55261.Cokelat nDalem Berdiri sejak tahun 2013 dan diawali dari produk rumahan di kawasan Kauman Yogyakarta, oleh pasangan lulusan Ekonomi Meika Hazim dan Wednes Aria Yuda, lulusan Teknologi Pertanian lulusan dari salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Yogyakarta. Mereka menjajakan produknya lewat media sosial seperti Twitter.
Dalam tempo dua tahun produsen Oleh-Oleh Khas Jogja Cokelat nDalem berhasil menempati gerai baru di lokasi baru yang lebih representative, strategis berada di jalur utama Jalan Bhayangkara No. 23 Yogyakarta. Meika Hazim menjelaskan kepada RRI bahwamereka mengkolaborasikan sebuah konsep yang sesuai dengan cita-rasa Indonesia yang dipadu dengan cerita Budaya Nusantara yang kemudian terciptalah Oleh-Oleh Khas Jogja yang ditawarkan berupa Cokelat nDalem.Selain sebagai “Tanda hati” khas Jogja, cokelat ndalem juga menawarkan cerita indah tentang suasana Jogja yang diwujudkan dalam kemasan disetiap rasa lokal yang tertera.
Gerai baru yang terletak di Jalan Bhayangkara tersebut, atau tepatnya disebelah Selatan Gereja Ngupasan, selain menyajikan aneka produk Coklat, juga menampilkan Museum Mini Coklat, yang mengulas sejarah kehadiran Coklat di Nusantara yang dapat diakses secara cuma-cuma setiap harinya.
Disamping itu juga cokelat ndalem juga menyajikan potongan-potongan kecilcoklat yang beraneka rasadan dapat dicicipi oleh setiap pengunjung sambil melihat langsung proses pembuatan coklat di dapur dari balik kaca. Aneka rasa yang bisa dicicipi dari total 19 varian diantaranya rasa Coklat Pedas, Coklat Rempah, Coklat Wedangan dan Coklat isian biji kopi Nusantara.Bersamaan dengan pembukaan gerai baru tersebut pihak Coklat nDalem menghadirkan produk terbaru bernama Jogja Istimewa dalam kemasan berisi sembilan rasa berikut cerita tentang sembilan ikon Jogja. Sembilan ikon wisata Jogja tersebut masing-masing, kemasan Pantai Parangtritis berisi Coklat rasa Wedang Uwuh; kemasan Wayang Kulit berisi coklat rasa Wedang Ronde; kemasan Andong berisi coklat rasa Jahe; kemasan Becak berisi coklat rasa Kayumanis.
Kemudian kemasan Lampu Antik berisi coklat rasa Cengkeh, Kemasan Kraton berisi coklat rasa Sereh; kemasan Tugu Jogja berisi coklat rasa Dark Chocolate; kemasan Beringin Kembar berisi coklat rasa Wedang Bajigur dan kemasan Gunung Merapi berisi coklat rasa Kopi Merapi.Menurut Meika Hazim, yang menjadi favorit pelanggan adalah coklat klasik yaitu Dark Coklat, Less Sugar Coklat dan Extra Dark Coklat. Gerai dan Museum Mini Coklat nDalem di Jalan Bhayangkara No. 23 Yogyakarta buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Sementara proses pembuatan coklat bisa disaksikan langsung setiap hari Senin s.d. Jum’at pukul 08.00 – 16.00 WIB dan pada hari Sabtu pukul 08.00-14.00 WIB.

B. Analisa Permintaan dan Penawaran
Cokelat ndalem diolah secara modern dengan cita rasa yang etnik dan memanjakan lidah kita yang rindu pada suasana Kraton.Cokelat ndalem diolah secara modern dengan cita rasa yang etnik dan memanjakan lidah kita yang rindu pada suasana Kraton. Sebagai perusahaan cokelat yang baru tiga tahun berdiri, cokelat nDalem sudah memiliki pelanggan tetap yaitu dari kalangan orang-orang yang sudah bekerja. Baru-baru ini cokelat nDalem membuat inovasi rasa yang semakin banyak untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Jika dibandingkan saat pertama kali memasarkan produk cokelat nDalem yang masih beromzet jutaan rupiah, dan saat ini yang sudah berkembang pesat menjadi ratusan juta rupiah perbedaannya sangat significant.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut adalah karena kegigihan sang pemilik cokelat nDalem dalam memasarkan produknya di berbagai daerah lewat media social yang banyak digunakan oleh anak muda zaman sekarang. Selain itu, disaat semua orang sudah ,mulai mengenal cokelat nDalem, permintaan pasar menjadi sangat meningkat yang menyebabkan ditambahnya varian rasa yang ada di cokelat nDalem agar orang yang mengkonsumsi cokelat nDalem tidak bosan untuk memakannya dan dapat menawarkannya kepada teman-teman mereka. Hal tersebut dapat mempengaruhi penawaran dan permintaan di masa datang.
Jogjakarta memiliki peluang pasar yang sangat besar. Hal ini dikarenakan kota Jogjakarta sendiri merupakan kota wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Hal ini berdampak pada cokelat nDalem yang berpeluang besar memasarkan produknya lewat toko oleh-oleh yang ada di Jogjakarta dimana itu dapat membuat produk cokelat nDalem dikonsumsi oleh semua masyarakat baik kalangan atas maupun bawah.

C. Analisa Persaingan
Seiring dengan perkembangan jaman dan berkembangnya industri kreatif, ragam oleh-oleh di bidang kuliner semakin banyak bermunculan, salah satunya berbentuk cokelat, yaitu cokelat nDalem yang akan dibahas dalam penelitian ini. Cokelat sebagai produk oleh-oleh khas Yogyakarta merupakan suatu hal yang baru, mengingat cokelat bukanlah makanan asli dari Yogyakarta. Produk cokelat oleh-oleh menjadi produk kuliner yang terkesan lebih modern dibanding makanan khas Yogyakarta lain yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar oleh-oleh. Sebagai produk yang terbilang baru, diperlikan strategi pemasaran yang efektif dalam menghadapi persaingan bisnis oleh-oleh tersebut.
Persaingan produk cokelat semakin ketat dalam kancah bisnis oleh-oleh. Merek cokelat yang mengatasnamakan diri sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta semakin banyak bermunculan, diantaranya seperti Soklat’t Jogja, Sokelat Sejati Joyo, dan Java Chocolate. Hal ini tentu saja akan menjadi kendala bagi persahaan produsen Cokelat nDalem apabila tidak diiringi dengan strategi yang efektif di bidang pemasaran. Apalagi produk cokelat sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta belum dapat melampaui ketenaran bakpia maupun gudeg yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar oleh-oleh kuliner khas Yogyakarta. Dengan demikian penerapan strategi pemasaran yang efektif pada produk Cokelat nDalem sangat penting demi menguasai persaingan pasar dan mencapai tujuan bisnis sehingga nantinya dapat menjadi produk oleh-oleh unggulan khas Yogyakarta.
Dalam menghadapi persaingan bisnis membuat para pesaing produk cokelat menarik minat kosumen dengan berbagai hal agar dapat menguasai pasar. Misalnya Cokelat monggo yang menawarkan nuansa berbeda bagi pengunjungnya ketika membeli produk di cafe. Perancangan cafe Cokelat Monggo dapat memberikan pengalaman yang berbeda kepada konsumen yang dinamis dalam setiap menikmati cokelat, yaitu dengan informasi berupa media galeri. Dengan cara seperti itu akan memberi kesan berbeda kepada konsumen sehingga membuat mereka tertarik untuk berkunjung lagi.

Rencana Pemasaran  
Strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting bagi perusahaan yang bekerja dalam sistem pasar persaingan yang kuat. Akurasi dan ketepatan strategi pemasaran akan menentukan keberhasilan dalam mengejar keuntungan yang berkelanjutan. Strategi pemasaran yang baik memberi gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang perlu dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap peluang pada beberapa sasaran pasar. Untuk dapat bertahan dalam dunia bisnis yang dengan kondisi persaingan yang kuat, suatu perusahaan dituntut dapat menguasai pasar dengan menggunakan produk yang telah dihasilkannya. Strategi pemasaran yang tepat merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.
Cokelat nDalem telah sukses terdistribusi ke seluruh wilayah Yogyakarta hingga beberapa kota besar di Jawa dan luar Jawa. Selain memasarkan dengan beberapa toko offline-nya, Cokelat nDalem juga bekerjasama dengan para partner-partner distribusi seperti Carrefour, Hypermart, Kem Chicks Pacific Place dan Alun-Alun di Grand Indonesia serta beberapa toko lainnya. Bukan hanya toko, cokelat nDalem juga didistribusikan pada gerai penjualan oleh-oleh di Yogyakarta, perusahaan-perusahaan hingga hotel.
Untuk memperluas jangkauan distribusinya, Cokelat ndalem juga membuka diri untuk siapapun yang ingin menjadi reseller. Dengan syarat dan ketentuan tertentu dan tidak mematok harga jual cokelat nDalem yang dijual reseller pada konsumen. Cokelat nDalem  memberikan kebebasan bagi mereka untuk menentukan harga jual seperti yang telah ditetapkan pada reseller di Jambi dan Lombok.

Rencana Penjualan
Produk dari Cokelat nDalem memiliki keunggulan diantaranya yang mengusung tema tentang kearifan budaya lokal dapat menarik minat dari konsumen dalam negeri khususnya penduduk lokal atau juga para wisatawan dari manca negara. Konsumen dari luar pun akan tertarik untuk mencoba karena dari kemasannya pun sudah dapat memberi kesan yang berbeda dengan produk cokelat lainnya. Kemasan pada produk Cokelat nDalem secara tidak langsung akan memperkenalkan budaya lokal dari Indonesia ke wisatawan asing maupun sebaliknya. Permintaan ini akan berdampak pada target penjualan yang akan ditentukan.

Target penjualan akan disesuaikan dengan permintaan pasar yang juga akan mempertimbangkan waktu atau masa dimana banyak wisatawan dari lokal maupun mancanegara. Jangka waktu proyeksi juga akan disesuaikan dengan masa ketahanan dari produk cokelat itu sendiri. Setiap dalam proses proyeksi akan mempertimbangkan jumlah barang atau produk yang akan diproduksi agar tidak terdapat lonjakan dalam setiap proses produksi.
Di dalam struktur organisasi di pabrik Cokelat nDalem memiliki spesifikasi tersendiri bagi setiap kedudukannya. Sebagai contoh dalam bidang keuangan yang akan dikendalikan dan diatur oleh bagian accounting. Segala sesuatu yang berkenaan dengan bidang keuangan akan dikendalikan oleh bagian ini sehingga tehnik keuangannya pun tidak akan terbengkalai. Apabila ada yang mengendalikan proses masuk keluarnya keuangan maka juga akan membuat sistem keuangan menjadi lancar.

TECHNICAL STUDY

Deskripsi produksi/ jasa yang akan diproduksi
Macam produk cokelat ndalem yang telah di produksi ada berbagai macam varian linirasa. Produk linirasa tersebut terbagi menjadi 7 macam produk linirasa yaitu:
Cokelat klasik
Cokelat klasik tersebut, tercipta berdasarkan dari rasa cokelat yang ada di dalam seluruh penjuru dunia dan sangat banyak di minati oleh semua kalangan baik anak – anak hingga dewasa. Gambar cover pembungkus untuk cokelat klasik sendiri terdiri dari 3 macam batik yang sering digunakan untuk para pegantin adat jawa yaitu batik tumaruntum, batik sidomukti, dan batik sidoasih.
Cokelat klasik terdapat 3 macam varian rasa yaitu :
Cokelat klasik – Extra dark chocolate
Cokelat klasik – Dark chocolate
Cokelat klasik – Milk chocolate
Untuk harga yang di bandrol dalam ukuran agengan 85 gram seharga IDR 20.000 untuk semua linirasa cokelat klasik.
Cokelat pedas
Cokelat pedas sendiri tercipta dari rasa pedas yang ada dalam jahe, mint, dan cabai. Untuk gambar cover pembungkusnya menggunakan dari macam tokoh pahlawan wayangan pada zaman dahulu agar orang – orang tidak melupakan para tokoh pahlawan wayangan pada zaman dahulu.
Cokelat pedas terdapat 3 macam varian rasa yaitu :
Cokelat pedas – Jahe
Cokelat pedas – Mint
Cokelat pedas – Cabe
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam ukuran alitan 50 gram seharga IDR 14.000 dan ukuran agengan 85 gram seharga IDR 20.000 untuk semua macam varian rasa cokelat pedas.
Cokelat rempahnesia
Cokelat rempahnesia sendiri mengangkat dari kekayaan rasa rempah – rempah yang terdapat di Indonesia seperti cengkeh, kayumanis, dan sereh. Dan untuk gambar cover pembungkus yang di gunakan terdiri dari para prajurit dan pengawal yang terdapat di dalam kerajaan di Indonesia.
Cokelat rempahnesia terdapat 3 macam varian rasa yaitu :
Cokelat rempahnesia – Cengkeh
Cokelat rempahnesia – Kayumanis
Cokelat rempahnesia – Sereh
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam ukuran alitan 50 gram seharga IDR 14.000 dan ukuran agengan 85 gram seharga IDR 20.000 untuk semua macam varian rasa cokelat rempahnesia.
Cokelat kopinesia
Cokelat kopinesia sendiri tercipta dari kekayaan macam – macam jenis kopi yang terdapat dalam seluruh pelosok negeri Indonesia sendiri seperti kopi Toraja yang amat terkenal dengan kenikmatannya, di ikuti dengan macam kopi Papua, Jogja, Flores, Bali, dan Aceh. Untuk gambar cover pembungkus menggunakan macam – macam tarian yang ada di setiap daerah yang terdapat di Indonesia.
Cokelat kopinesia terdapat 6 macam varian rasa yaitu :
Cokelat kopinesia – Toraja
Cokelat kopinesia – Papua
Cokelat kopinesia – Jogja
Cokelat kopinesia – Flores
Cokelat kopinesia – Bali
Cokelat kopinesia – Aceh
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam ukuran alitan 50 gram seharga IDR 15.000 untuk semua macam varian rasa cokelat kopinesia.
Cokelat wedangan
Cokelat wedangan tercipta dari macam – macam minuman wedang yang terdapat di dalam Indonesia dan terkenal akan selalu menghangatkan tubuh kita. Untuk gambar cover sendiri menggunakan gambar kerajaan yang terdapat di Yogyakarta sendiri seperti kraton Yogyakarta dan Kerajaan Imogiri.
Cokelat wedangan terdapat 3 macam varian rasa yaitu :
Cokelat wedang – Uwuh
Cokelat wedang – Ronde
Cokelat wedang – Bajigur
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam  ukuran alitan 50 gram seharga IDR 14.000 dan ukuran agengan 85 gram seharga IDR 20.000 untuk semua macam varian rasa cokelat wedang.
Cokelat patehan
Cokelat patehan sendiri tercipta bermula dari gaya tradisi meminum teh. Teh yang di gunakan adalah jenis teh hijau atau green tea, yang di percayai  mempunyai kandungan polifenol. Polifenol adalah komponen anti oksidan yang sangat baik. Untuk gambar cover yang di gunakan adalah para pemetik daun teh hijau dan pemilik kebun teh .
Cokelat patehan hanya terdapat 1 macam rasa yaitu :
Cokelat patehan – Green tea
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam  ukuran alitan 50 gram seharga IDR 17.000 untuk macam rasa cokelat patehan – green tea.
Cokelat bean to bar
Cokelat bean to bar ini adalah cokelat yang di produksi dari perkebunan kakao Pak Edy di Gunung Kidul. Beliau sudah menanam kakao sejak tahun 1980.Pada awalnya, Pak Edy menanam kakao karena anjuran pemerintah lewat Gerakan Nasional Menanam Kakao pada tahun 1980 yang diinisiasi oleh Bapak Soeharto dan Ibu Tien. Namun pada tahun 1986 terjadi anjloknya harga jual biji kakao yang menyebabkan hampir seluruh tetangga Pak Edy menebang pohon Kakao mereka yang kala itu sedang dalam puncak produksi. Pak Edy memilih untuk mempertahankan tanaman kakaonya. Pada tahun 1992, beliau mulai memfermentasi biji kakaonya. Dan pada saat ini, beliau termasuk petani kakao yang paling konsisten dari sisi kualitas biji kakaonya.
Cokelat bean to bar terdapat 4 macam varian rasa  yaitu :
Cokelat bean to bar single origin – White chocolate 40 %
Cokelat bean to bar single origin – Milk chocolate 52 %
Cokelat bean to bar single origin – Dark chocolate 68 %
Cokelat bean to bar single origin – Dark chocolate 72 %
Untuk harga yang di bandrol terdapat dalam  ukuran agengan 85 gram seharga IDR 45.000 untuk semua macam varian rasa cokelat bean to bar.

Proses produksi/ operasi
Pada proses pembuatan cokelat ada berbagai tahap – tahap yang sangat penting agar cokelat yang di hasilkan dapat menjadi hasil maksimal dan sempurna serta dapat di konsumsi oleh para konsumen. Berikut ini adalah berbagai tahapan yang harus di lakukan dalam proses pembuatan cokelat :
Pemanenan
Pohon atau tanaman Kakao yang sudah mengeluarkan buah Kakao atau Cocoa Pod dan sudah memasuki fase petik atau dapat di produksi adalah yang berwarna merah tua. Dipetik pada pangkal buahnya dengan alat pemotong khusus.
Sortasi
Setelah sudah dipanen, Cocoa Pod kemudian di peram atau di embu selama 7 hari lamanya dan terlihat agak kematangan buahnya secara merata dan komponen rasa dan aroma cokelat sudah muncul.
Fermentasi
Setelah di peram selama 7 hari, buah Kakao dipecahkan dengan cara dipukul pada buahnya untuk mengeluarkan biji Kakao. Biji Kakao ini kemudian dikurangi lendir buahnya untuk bisa di fermentasi selama 4-5 hari menggunakan keranjang bambu atau kotak kayu.Selama proses fermentasi, tumpukan biji Kakao harus dibolak-balik selama 2 hari sekali agar suhu tumbukan pada biji Kakao tidak terlalu tinggi.
Pengeringan
Biji Kakao yang sudah mengalami fermentasi sempurna kemudian dicuci untuk selanjutnya dikeringkan. Pengeringan bisa di lakukan dengan cara di jemur selama 3 hari atau dengan cara di oven. Kadar air pada akhir proses ini harus dibawah 10% agar biji Kakao tidak berjamur.
Pemanggangan
Proses berikutnya adalah Roasting atau pemanggangan biji Kakao dengan di masukkan ke dalam oven yang di beri suhu 250 derajat Celcius.
Pemisahan Kulit Biji
Biji Kakao yang sudah di oven kemudian dipecahkan menggunakan alat pemecah atau glinder untuk memisahkan isi biji dan kulit bijinya. Isi bijinya yang biasa disebut dengan Nib.Setelah biji Kakaonya pecah, maka dipisahkan dengan cara dihembus angin atau dengan kipas angin agar kulit bijinya terbang. Proses ini disebut Winowing.Nibs yang sudah siap untuk diolah, bisa disimpan untuk proses berikutnya.
Penghalusan
Penghalusan atau grinding pada Nib akan menghasilkan cokelat yang bentuknya seperti pasta yang kental. Cokelat yang berbentuk pasta ini disebut juga Cocoa Mass.Setelah itu, cokelat berbentuk pasta akan dipisahkan antara Mentega Cokelat (Cocoa Butter) dan Bubuk Cokelat (Cocoa Powder) dengan cara di press dengan alat pengepress.
Conching
Untuk membuat Cokelat Bar yang enak, pada pasta Kakao akan ditambahkan Mentega Kakao, gula dan vanili. Setelah itu pada campuran tadi akan diproses dengan alat berupa mesin mortar besar dengan penekanan selama 24 jam sampai butiran partikel cokelatnya menjadi halus dan meleleh ketika di mulut.
Tempering
Tempering yaitu perlakuan suhu yang tepat pada cokelat agar dapat terbentuk kristal lemak yang suhu lelehnya pas dengan suhu tubuh kita.Tempering dengan cara manual dilakukan di atas meja marmer sehingga suhunya bisa stabil rendah.Dengan kombinasi suhu yang tepat dan pas, cokelat akan mempunyai rasa cokelat yang enak dan tekstur cokelat yang pas meleleh saat dimasukkan ke dalam mulut.
Pencetakan
Cokelat yang sudah dilelehkan kemudian di cetak menggunakan cetakan yang khusus dari bahan akrilik agar mendapatkan kilau yang khas dimiliki oleh cokelat.Setelah dicetak, cokelat harus didinginkan di lemari es agar dapat membeku dan padat.
Packaging
Cokelat yang sudah di cetak kemudian dikemasan agar terlindungi dari suhu luar dan tampak rapi serta menarik bagi para konsumen.

 Mesin dan perlengkapan
Dalam hal mesin, Coklat nDalem ini menggunakan type alat conching kap atau alat peleleh cokelat yang alatnya mereka ambil dari swiss. Jumlah alat yang mereka pakai sangat terbatas karena alat yang diambil langsung dari swiss tersebut agak sulit didapat karena harus melalui proses pengiriman. Mereka mengambil alat langsung dari swiss karena mereka berpendapat bahwa alat yang diambil langsung dari swiss lebih baik dari alat yang diimpor oleh pemerintah Indonesia. Keunggulan dari mesin tersebut yaitu perawatannya yang mudah dan murah serta mudah dioperasikan serta dapat menghasilkan cokelat yang berkualitas. Mesin tersebut rata rata bisa bertahan kurang lebih 50 tahun.

Lokasi pabrik
Lokasi pabrik dari cokelat ndalem ini awalnya terletak dirumah mertua dari sang pemilik yang terletak didaerah kauman yang kemudian berpindah ke daerah jalan bhayangkara Yogyakarta pada tanggal 1 maret 2013. Alasan mereka berpindah pada tanggal 1 maret karena bertepatan pada moment serangan umum 1 maret, mereka ingin membangkitkan cokelat Indonesia seperti para pahlawan kita bersatu. Alasan lain memilih tempat tersebut karena sang pemilik ingin memiliki toko sendiri yang berbentuk seperti museum cokelat yang dapat dikunjungi untuk para pengunjungnya sambil membeli cokelat yang mereka jual. Mereka juga memilih tempat tersebut agar dapat membuat toko dekat dengan pabrik pembuatannya. Tempat yang tidak terlalu besar namun mereka hias sedemikian rupa menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjungnya.

E. Plan Lay Out
a. Perencanaan penggunaan lantai : bangunan lantai yang digunakan bukan lantai yang sekarang karena dicokjelat ndalem lantai yantg digunakan adaslah lantai ubiin atau lantai yang pada jaman dahulku karena sesuai tema cokelat ndalem yang khas dengan jawa. Karena dibuat ubin supaya tidfak mudah kotor dan supaya mudah awet.
b. Ruangan Pabrik : ruangan pabrik yang dibuat oleh mereka adalah cukup sederhana dan tidak terlalu mewah karena mengambil ruagan itu dari nama cokelat ndalem itu sendiri Mengapa di berikan nama cokelat nDalem? nDalem dalam bahasa jawa memiliki makna yang baik yang berarti rumah sebagai tempat dimana kita bisa merasa paling nyaman atau tempat hati kembali. Usaha ini dilakukan di rumah orang tua Meika, dan ini sesuai dengan filosofi yang ingin ia angkat bahwa cokelat ini di buat sepenuh hati, sebagai sebuah tanda hati untuk orang-orang yang dekat di hati.


F.  Bangunan dan Fasilitas
a. Tipe : Bangunan yang dibangun oleh pendiri cokelat ndalem adaolah bangunan jawa yang diambil dari budaya jawa itu sendiri . dan di lingkungan yang penuh dengan tradisi jawa.
b. Ukuran : Ukuran pada bangunan di cokelat ndalem cukup luas dan ukuran nya sekitar 200 meter
c. Sarana : sarana yang digunakan didalam cokelat ndalem sangatlah bagus dan cukup memuaskan karena sarana yang tersedia cukup memadai dan membuat perngunjung merasa nyaman sarana yang tersedia sebagai contoh adalan ac dan tempat yang bersih dan nyaman.
d. Biaya Pembuatan : biaya pembuatan yang dia buat adalah cukup banyak. Karebna dalam berusaha atau berbisnis itu tidak kenal biaya karena biaya yang mereka keluarkan cukup bany6ak dan mereka awalnya hanya memanfaatkan coklat dan kakao
G. Bahan Baku
a. Tipe :  ini mempunyai  jumlah yang sngat banyak karena cokelat ndalem ini berbeda dengan produk cokelat yang lainnya karena coklat ndalem ini lebih banyak pilihan dan banyak rasa yang kita inginkan contohnya cokelat hitam dengan memadukan cabai krispi pedas, cokelat jahe, macadamia, cokelat dengan kismis manis dan kacang mete, crystalized ginger chocolate, cashew nuts, cokelat hitam dengan pasta mangga, marzipan, praline, caramello, white chocolate, rurian, dan berbagai jenis rasa lainnya.
b. Kualitas : Selain kualitas produk dan citarasa, para penggiat industri cokelat di Yogyakarta juga memikirkan soal kemasan produk. Sebagian besar menjadikan budaya lokal sebagai inspirasi pembungkus cokelat agar menambah kesan unik. Tak hanya kemasan, kreativitas juga mereka kembangkan dalam hal promosi. Selain memanfaatkan momen spesial, seperti valentine juga bisa menggenjot penjualan dengan berbagai promosi.
c. Asal Pengadaan : asal dari cokelat ndalem ini berasal dari bahan bahan tradisional seperti kakao dan coklat itu sendiri .
d. Bahan Baku : bahan baku cokelat secara garis besar bisa dibagi menjadi dua jenis: cokelat couverture dan cokelat compound. Cokelat couverture mengandung cocoa butter 32% hingga 39%, hingga cepat lumer di mulut, lebih enak dan mengkilap. Karena itu, harga cokelat couverture lebih mahal. Adapun cokelat compound merupakan perpadu
e. Bahan Pembantu  yang dipakai : bahan baku pembantu yang lainnya antara lain adalah kakao dan seperti gula dan pemanis.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Salah satu cokelat khas Yogyakarta adalah “Cokelat nDalem”. Cokelat sebagai produk oleh-oleh khas Yogyakarta merupakan suatu hal yang baru, mengingat cokelat bukanlah makanan asli dari Yogyakarta. Produk cokelat sebagai oleh-oleh menjadi produk kuliner yang terkesan lebih modern dibanding makanan khas Yogyakarta lain yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar oleh-oleh. Sebagai produk yang terbilang baru, diperlukan strategi pemasaran yang efektif dalam menghadapi persaingan bisnis oleh-oleh tersebut. Dari analisis kami mengenai produk Cokelat nDalem, produk ini sudah bisa dinyatakan layak dalam bidang bisnis jika dilihat dari berbagai aspek, diantaranya : pemasaran, proses produksi, analisis pabrik, dan analisa bahan bakunya.

Kesimpulan dari pemakalah : Harti Mustika Rahayu
Cokelat nDalem ini merupakan perusahaan profit yang menjual keuntungan dengan menjual produknya.  Cokelat nDalem memasarkan produknya melalui toko oleh-oleh yang tersebar di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta, Bali. Perusahaan ini menargetkan produknya pada orang-orang yang sudah bekerja karena mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri. Produk cokelat ini mengambil konsep Yogyakarta yang tercemin di setiap kemasan cokelat nDalem itu sendiri.  Dimulai dengan 9 rasa cokelat yang kemudian berkembang menjadi berbagai varian rasa yang unik seperti rasa kopi dari berbagai penjuru nusantara. Cokelat nDalem pertama kali memasarkan produknya lewat media sosial karena di era masa kini agar dapat dikenal oleh masyarakat luas kita perlu rating dari para pengguna medsos dari penjuru nusantara.
Harga yang ditawarkan oleh cokelat nDalem pun sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp. 12.000 saja sudah dapat membawa pulang satu cokelat dengan rasa yang diinginkan.  Lokasi pabrik yang sangat strategis yaitu di Jl. Bhayangkara 23, Ngupasan, Yogyakarta 55261 yang berada disamping jalan Malboro juga menjadi peluang besar untuk menarik minat para pembeli baik wisatawan lokal  maupun wisatawan asing untuk berkunjung dan membeli produk cokelat nDalem. Dengan semakin dikenalnya cokelat nDalem di masyarakat membuat perusahaan ini mengembangkan usahanya di beberapa kota besar di Indonesia melalui toko oleh-oleh.

Saran
Harapan saya setelah tersusunnya tugas ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca dan saya juga menyadari tugas ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk dijadikan bahan acuan dalam pembuatan tugas selanjutnya.


Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar